Kontroversi Piala Dunia Sepakbola 2022 Di Qatar, Dan Masyarakat Indonesia Yang Ingin Menyaksikannya

Piala Dunia 2022 yang akan diselenggarakan di Qatar tampaknya masih ada beberapa hal yang harus di pertimbangkan.

World Cup Qatar 2022

Piala Dunia yang selalu diselenggarakan pada pertengahan tahun nampaknya akan mengalami pengunduran jadwal, hal ini disebabkan karena wilayah sub tropis yang sangat panas hingga mencapai 50 derajat yang menyebabkan ditundanya jadwal tersebut.

Pertimbangan FIFA

Fifa mengkhawatirkan terhadap para pemain yang akan berlaga nanti, terutama para pemain yang terbiasa berlaga pada iklim yang panasnya tidak seekstrim di Qatar.

Oleh sebab itu untuk menangani permasalah iklim yang dapat berpengaruh terhadap setiap performa para pemain bola nantinya, maka Piala Dunia akan diselenggarakan pada bulan November-Desember yang sudah termasuk musim dingin. Namun mengenai perihal ini masih jadi pertimbangan dikarenakan harus menyesuaikan kebutuhan dari semua klub dan negara yang terlibat.

Terpilihnya Qatar untuk menjadi tuan rumah Piala Dunia 2022 menjadi sorotan dari banyak para pihak terlebih permasalahan iklim di Qatar. Namun pemerintah Qatar menyebutkan salah satu upaya mereka untuk menangani permasalahan cuaca ini dengan membangun stadion yang dilengkapi dengan banyak pendingin udara.

Jumlah Peserta Yang Masih Di Pertimbangkan

“Liga-liga sudah diinformasikan dan mereka perlu menyesuaikan kalender mereka.

“Akhirnya, ini merupakan sebuah keputusan yang tepat dan di November dan Desember para pemain akan lebih siap daripada Juli karena saat itu hampir mulai musim kompetisi.”

Sementara itu mengenai format turnamen apakah akan diikuti oleh 32 negara atau 48 negara masih akan dibicarakan saat pihaknya bertemu dengan panitia penyelenggara Piala Dunia Qatar 2022.

Gianni Infantino

Selain itu Gianni Infantino mengungkapkan bahwa dalam pertemuan tersebut juga akan dibahas kemungkinan menyelenggarakan turnamen tersebut di luar Qatar di tengah ketegangan politik antara negara tersebut dengan negara tetangganya, Arab Saudi.

Meredam Kegelisahan Negara-Negara Latin

Presiden FIFA, Gianni Infantino juga mencoba meredam kegelisahan negara-negara Mengingat dalam Piala Dunia 2026 mendatang yang akan diselenggarakan secara bersama di Amerika, Meksiko dan Kanada. Namun Amerika Latin mendapatkan peluang untuk menjadi tuan rumah pada Piala Dunia 2030.,
Hal ini tidaklah akan menjadi masalah dikarenakan konfederasi pada dua wilayah tersebut berbeda, satunya CONCACAF sementara lainnya adalah CONMEBOL” ujar keterangan dari pria berkebangsaan Swiss ini.

Turnamen Piala Dunia yang akan diselenggarakan di Qatar pada tahun 2022 mendatang yang akan dilangsungkan pada penghujung tahun dengan babak final yang hanya dua minggu sebelum akhir tahun mungkin tidak akan berpengaruh banyak bagi orang Indonesia yang ingin menonton Piala Dunia di Qatar ini , terkecuali bagi orang Indonesia yang ingin menonton Piala Dunia secara langsung di Qatar. Tampaknya mereka harus membawa koper yang lebih untuk persiapan cuaca yang dingin pada malam hari di Qatar.